Pada postingan kali ini ane akan cerita sedikit tentang Kisah Wortel, Telur, dan Kopi . Cerita ini merupakan cerita motivsi yang sangat populer di internet karna itu, melalui blog KR7 ini saya akan menceritakan kembali tentang kisah motivasi Ayah yang bijak dan anaknya.
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”
“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”
“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”
“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”
“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”
Baru kemarin Sore posting tentang kisah paku dan kemarahan, sekarang sudah pingin posting cerita menarik tentang Si Kura-kura yang lagi belajar berlari, mungkin sobat udah tau cerita ini, tapi gak apa-apa untuk sekedar mengendurkan urat saraf yuk baca cerita Kura-Kura Belajar Berlari, Alkisah, di tepian sungai sebuah hutan yang lebat, tampak seekor kura-kura dewasa sedang berjalan di sana. Mendekatlah sahabatnya, seekor pelanduk.
“Hai Gan, apa kabar pagi ini?”
“Hai juga Bro. Yah…beginilah aku. Jalanku begitu lambat dan tidak mungkin bisa berlari secepat dirimu,” jawab si kura-kura dengan suara iri dan sedikit bersedih.
Si pelanduk melanjutkan berkata, “Sobatku, seiisi hutan sedang resah saat ini. Raja hutan sedang mengerang kelaparan dan mulai mencari mangsa. Duh, giliran siapa ya yang akan menjadi santapannya kali ini? Jujur saja, aku kasihan kepadamu! Jalanmu begitu lambat, pasti akan menjadi korban empuk bagi sang raja.”
Dengan suara memelas si kura-kura berkata, “Sobat, tolong ajari aku cara berlari cepat seperti kamu agar aku bisa menyelamatkan diri bila hendak dimangsa oleh raja hutan.”
Si pelanduk setuju dan sejak saat itu, si kura-kura rajin berlatih berlari cepat seperti yang diajarkan oleh pelanduk.
Hingga suatu hari, sang raja hutan berada tak jauh dari si kura-kura. Melihat jalan si kura-kura yang menurutnya aneh, si raja hutan hanya mengikuti sambil mengeluarkan suara erangan dan mempermainkannya dengan kuku kakinya. Lalu, karena ketakutan yang luar biasa, si kura-kura akhirnya menghentikan usaha berlarinya. Diapun menarik seluruh anggota tubuhnya ke dalam tempurung, terdiam memejamkan mata dan pasrah kepada nasib menunggu eksekusi dari si raja hutan.
Tempurung kura-kura yang diam seperti batu bukanlah benda yang asyik untuk dimainkan apa lagi dimakan, Maka, tidak lama kemudian si raja hutan pun meninggalkan si kura-kura.
Monyet di atas pohon pun berteriak nyaring ke kura-kura, “Hai kura-kura, bangunlah!! Bahaya sudah berlalu!”
Serasa tidak percaya, si kura-kura perlahan menjulurkan kepalanya melihat ke arah monyet, “Huah, aku selamat!”
“Benar, engkau selamat! Engkau sungguh hewan yang sangat beruntung karena tempurung perlindunganmu menempel di tubuhmu. Jika ada bahaya mengancam, engkau tidak perlu lari cepat-cepat seperti kami! Maka, tidak perlu belajar berlari cepat seperti pelanduk atau memanjat pohon seperti kami. Karena sesungguhnya setiap makhluk hidup memiliki kelebihan dan kekurangnya masing-masing.”
Sambil tertunduk malu si kura menjawab, “Ya, benar! Sobat, terima kasih atas nasihatmu. Sekarang aku tahu, tidak ada yang perlu disesali karena menjadi seekor kura-kura. Tidak harus menjadi seperti makhluk lain. Ternyata, aku juga makhluk yang memiliki kelebihan istimewa, yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya!”
Teman-teman semua yang Luar Biasa dan penuh semangat
Yakinlah sobat-sobat bahwa Setiap orang yang dilahirkan di dunia ini pasti punya manfaat! karna itu jadilah diri sendiri dan berusahalah menjadi orang yang cinta kepada dirimu sendiri dengan menggali potensi yang ada dalam dirimu saat ini dan fikirkanlah bahwa sobat juga pasti memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh orang lain. Namun, kalau kita hanya berfokus pada kelebihan orang lain atau pada kelemahan diri kita sendiri, maka keyakinan dan kepercayaan diri kita sulit dikembangkan.
" Intinya, jangan ditunda-tunda untuk menjadi orang yang percaya diri. Berbahagialah dengan keadaan kita saat ini dan bersyukurlah serta galilah potensi yang ada dalam diri agar bermanfaat di masa akan datang, Khususnya dibulan Ramadhan yang begitu dekat ini, mari menjadikan bulan Ramdhan tempat bermuhasabah diri untuk menjadi diri sendiri, untuk menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur dan menyadari akan tujuan hidup kita didunia ini yang terkadang kita sebagai manusia sering kali melupakannya.. "
Kali ini ane akan cerita sedikit tentang si Bento dan Wanita tua. Kalau tidak berjalan dengan pelan, hampir saja Si bento tidak melihat wanita tua berkerudung putih yang berdiri dipinggir jalan raya
itu, tetapi dalam Gelap malam ia masih dapat melihat bahwa wanita tua itu tampak sekali membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Lori bututnya di depan mobil Mecedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.
Walaupun Si bento Tersenyum menghampiri Wanita tua itu, tetap saja Wanita tua itu merasa begitu khawatir . Apalagi setelah Ia menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya.
Apakah lelaki berjambang bermuka sangar itu bermaksud menyakitinya?
Lelaki tersebut yang tidak lain dan tidak bukan Si bento penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan dengan rambut yg acak-acakan . Wanita tua begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tau apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata " saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu didalam mobil bukankah disanalebih hangat? oh ya nama saya Bento .
Bento masuk kedalam kolong mobil wanita tua itu untuk memperbaiki yang rusak.
Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan sangat lelah, Dengan segera wanita tua itu berbicara kepadanya dan Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Bento tadi.
Wanita Tua itu pun berkata berapa yang harus ia bayar? Bento hanya bisa tersenyum.
Bento pun tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya
menolong orang bukanlah suatu pekerjaan. Ia yakin apabila menolong
seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari nanti
Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.
Bento pun berkata kepada wanita itu " Bila ingin benar-benar ingin membalas jasanya,
maka apabila pada suatu saat nanti ibu melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut " dan ingatlah pada saya".
Bento pun menunggu sampai wanita itu menstater mobilnya dan menghilang dari
pandangan.
Setelah berjalan beberapa mil wanita itu melihat Warung Bakso , lalu ia mampir
kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Pelayan datang dan memberikan
handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita itu
memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu
ia teringat kepada Bento
Setelah wanita itu selesai makan dan, sang pelayan sedang mengambil
kembalian untuknya, wanita itu pergi keluar secara diam-diam.
Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana
wanita itu pergi, lalu ia menemukan secarik kertas diatas meja dan uang
dengan jumlah yg banyak. Wanita hamil itu pun begitu terharu setelah membaca secarik kertas yg ditulis oleh wanita Tua itu:
"Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong
saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu
lakukan:
"Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang".
Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa
yang di tulis oleh wanita itu.
Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan
uang untuk menanti kelahiran bayinya?
Ia tau bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk
suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan ciuman yang lembut
sambil berbisik :"semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bento"
Dari cerita singkat ini dapat kita ambil hikmah bahwa Sala satu kegagalan hidup adalah berhenti berusaha. Dan segala sesuatu yang berputar akan selalu berputar karna itu jangan pernah berhenti untuk berbuat baik kepada orang-orang yang butuh pertolongan.